#TiapSaatUpdate, Indonesia - Nilai tukar mata uang Indonesia, rupiah, berada di posisi Rp 14.318 per dolar AS pada Jumat, 28 Februari 2020 sore. Posisi tersebut melemah 2,09 persen dibandingkan nilai pada penutupan perdagangan pada Kamis, 27 Februari 2020.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp 14.234 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Kamis, 27 Februari 2020, yakni Rp 14.018 per dolar AS.
Sore hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Tercatat, yen Jepang menguat 0,86 persen, dolar Taiwan 0,30 persen, dan yuan China 0,26 persen.
Selanjutnya, baht Thailand menguat 0,21 persen, won Korea 0,20 persen, diikuti dolar Singapura sebesar 0,08 persen. Di sisi lain, pelemahan terjadi pada rupee India sebesar 0,80 persen, lira Turki 0,57 persen, peso Filipina 0,28 persen, dan ringgi Malaysia 0,09 persen terhadap dolar AS.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada hari ini masih disebabkan oleh sentimen negatif dari penyebaran wabah virus korona di luar wilayah Asia.
"Berkurangnya harapan bahwa wabah virus dapat tertahan di China mendorong investor kembali panik, sehingga memicu kekhawatiran," kata Ibrahim saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat, 28 Februari 2020.
Sebelumnya, diketahui virus korona telah menyebar ke wilayah di luar China dan Asia. Hal tersebut ditunjukkan oleh lonjakan jumlah kasus di negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Italia, Iran, dan AS.
Selain itu, WHO mengatakan bahwa virus korona memiliki potensi untuk menjadi pandemi dan berada pada tahap yang menentukan pada hari Kamis, 27 Februari 2020 lalu.
Menurut Ibrahim, dampak melambatnya ekonomi global akibat epidemi virus korona yang trus menyebar berpotensi merembet ke perlambatan ekonomi Indonesia. Ia juga menyebut Bank Indonesia (BI) telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 kemungkinan berada di bawah 5 persen akibat dampak virus korona. Padahal, sebelumnya BI memprediksi proyeksi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 hingga 5,4 persen.
Ibrahim juga mengungkap intervensi BI di pasar valas dan obligasi di perdagangan DNDF pada hari ini tidak berhasil menguatkan nilai rupiah.
"Intervensi yang dilakukan oleh BI tidak bisa membawa mata uang garuda menguat," ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.170 hingga Rp 14.350 pada perdagangan pekan depan.
Baca juga: Rupiah Menjadi Rp 14.318 per dolar AS
VIRUS CORONA | VIRUS KORONA | CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS 2019 | 2019-NCOV | COVID-19


0 Komentar