#TiapSaatUpdate, Jakarta - Ayah dari tersangka berinisial NF yang telah membunuh bocah perempuan berumur 6 tahun masih saja tidak menyangka atau tidak percaya atas perlakuan putrinya terhadap sang korban.

Sampai saat ini, pria yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengaku belum dapat mengambil kesimpulan apa pun terkait dengan hal-hal yang melatarbelakangi tindakan sadis putrinya.

"Saya mau mencoba memahami, tapi nggak paham juga. Ini di luar logika," kata pria berinisial I itu melalui sambungan telepon ada Ahad, 8 Maret 2020.

"Dari SD menurut saya normal saja. Tapi memang dalam dua tahun ini ada sedikit perubahan seperti ada yang disembunyikan atau tidak ingin diberitahukan," kata dia.

Walau belum bisa memastikan faktor yang mendorong tindakan sadis putrinya. I mengaku sudah memiliki beberapa dugaan. Dia pun mengatakan akan mencari tahu kebenaran atas dugaanya. Pertama, terkait dengan pergaulan sosial NF di luar sekolah.

Menurut dia, NF tergabung dalma komunitas anime di sosial media seperti Facebook. I mengatakan bahwa putrinya memang sangat menyukai hal-hal terkait dengan film animasi khas dari Jepang tersebut. Dia menduga, aktivitas seputar anime itu kemungkinan berpengaruh terhadap sikap anaknya.

"Saya juga penasaran dengan grup ini," kata ayah NF.

Dari komunitas itu, I menduga anaknya mendapatkan inspirasi gambar-gambar horor. Salah satunya yang ditemukan dan disita oleh pihak kepolisian. Gambar karya tangan NF menunjukkan seorang perempuan terikat.

Dugaan kedua, ujar I, informasi-informasi yang didapat dari smartphone ikut mempengaruhi tindakan dan perilaku NF. Menurut dia, ponsel saat ini sudah sangat bebas digunakan, bahkan di dalam sekolah.

"Kita pasti kecolongan, guru juga kecolongan," kata dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Heru Novianto memberikan keterangan serupa seperti yang disampaikan oleh I. Heru berujar, hasil interogasi penyidik terhadap orang tua pelaku menunjukkan bahwa perilaku NF sehari-hari tergolong masih normal.

"Selama ini baik-baik saja," kata dia, Ahad, 8 Maret 2020, terkait kasus pembunuhan anak yang cukup mengagetkan itu.


CHUCKY | THE SLENDER MAN | FILM HOROR | AKSI PEMBUNUHAN SEORANG BOCAH DI SAWAH BESAR | JAKARTA PUSAT | DKI JAKARTA | YUSRI YUNUS