#TiapSaatUpdate, KOMPAS.com - Baru-baru ini, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi memperpanjang masa kedaruratan wabah COVID-19 hingga 29 Mei 2020.

Itu artinya, aturan social distancing yang dimulai sejak Senin, 16 Maret 2020 lalu bakal diperpanjang pula masa berlakunya. Bahkan, terbaru, Badan Kesehatan Duni (WHO) mengganti istilah ini dengan physical distancing.

Adapun peraturan tersebut dibuat semata-mata sebagai upaya mencegah meluasnya penularan virus COVID-19.

Salah satu praktik dari aturan social distancing adalah working from home (WFH), yang mana segala aktivitass mulai dari bekerja, sekolah, hingga beribadah dilakukan di rumah sampai kondisi kembali kondusif.

Awalnya, sebagian besar warga memang merespons imbauan WFH dengan sukacita. Sebab, mereka jadi tak perlu repot-repot pergi ke kantor atau ke kampus. Semua bisa dilakukan di rumah secara daring.

Sayangnya, karantina tidak semudah itu. Ada hal-hal yang dibatasi. Jika sebelumnya masyarakat bisa jalan-jalan atau nongkrong selepas jam kantor atau kuliah, selama masa social distancing ini semua kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan kembali.

Alhasil, tak sedikit orang yang dirundung rasa jenuh, bosan, hingag stres. Padahal, belum genap 14 hari penerapannya.

Nah, agar Anda yang menjalani WFH atau masa karantina tetap waras, berikut ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan.

Hubungi teman atau sahabat

Menghubungi teman atau sahabat, baik itu panggilan suara, chat, maupun video call menjadi salah satu cara untuk mengusir kegabutan selama masa social distancing ini.

Lagi pula, interaksi langsung Anda dengan yang lain sudah pasti berkurang, atau malah berhenti sama sekali karena adanya aturan WFH.

Oleh karena itu, menghubungi teman, khususnya lewat video call dapat sedikit mengobat rasa rindu akibat tidak bertemu beberapa waktu selama social distancing.

Di awali dengan menanyakan kabar, biasanya akan tercipta obrolan seru. Jadi, manfaatkanlah momen untuk saling menguatkan di tengah pandemi ini.

Olahraga

Jika sebelumnya Anda tergolong masa untuk berolahraga, masa WFH ini dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukannya.

Manfaatkanlah waktu perjalanan Anda ke kantor atau kampus yang tidak terpakai saat ini untuk kegiatan tersebut.

Jenis olahraga tak mesti berat. Pilih saja yang ringan dan bisa dilakukan di dalam rumah. Contoh, senam atau yoga. Bila masih bingung, Anda dapat menemukan refenresinya di YouTube.

Dengan begitu, hormon endorfin akan meningkat sehingga membantu Anda menangkal stres yang dapat menurunkan fungsi sistem imun.

Mendengarkan musik bisa bikin pikiran asik

Centers for Disease Control Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarakan untuk melakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran nyaman. Mendengarkan musik, misalnya.

Hal tersebut wajar disarankan karena tidak sedikit penelitian membuktikan manfaat musik bagi kesehatan pikiran.

Untuk memperbaiki mood, misalnya. Penelitian The Journal of Positive Psychology (2013) menemukan, partisipan yang diminta mendengarkan musik secara berkelanjutan mengaku memiliki suasana hati yang lebih baik dari sebelumnya.

Selain itu, dalam hal mengurangi stres, riset berjudul The Effect of Music and the Human Stress Response membuktikan bahwa musik mampu melakukannya.

Lewat penelitian yang digagas Myriam Thoma dan rekan-rekan peneliti dari University of Zurich menemukan, musik berpengaruh positif terhadap sistem saraf pusat sehingga ampuh meredakan stres.

Malahan, efek tersebut dianggap lebih cepat dan efektif dibandingkan suara hutan atau gemercik air yang dipercaya menenangkan.

Nah, salah satu cara menikmati musik dengan sensasi berbeda bisa Anda temukan melalui live streaming Authenticity From Home Festival.

Authenticity From Home Festival merupakan konser berformat digital atau daring yang menampilkan tiga kategori karya, yaitu musik, komedi, dan art (seni).

DEPOSIT PAKE PULSA | DEPOSIT VIA PULSA | DEPOSIT VIA OVO | DEPOSIT VIA GOPAY | DEPOSIT VIA DANA | DEPOSIT VIA TELKOMSEL | DEPOSIT VIA XL | DEPOSIT VIA AXIS | VIRUS CORONA | VIRUS KORONA | CORONAVIRUS | CORONA VIRUS DESEASE 2019 | COVID-19