#TiapSaatUpdate - Dalam berbagai pesan berantai atau sering disebut juga broadcast di berbagai macam aplikasi pesan bahwa diberitahukan kalau virus korona (COVID-19) dapat mati dengan mudahnya jika terkena sinar matahari.
Pesan berantai itu, seperti dikutip dari Antara.com, menyatakan virus korona sebagai pneumonia jenis baru akan terbunuh pada suhu 26-27 derajat. Sehingga, upaya mempertahankan panas tubuh menjadi solusi mencegah penyebaran virus.
Benakarkah begitu?
Informasi yang menyebutkan bahwa jika sinar matahari dapat membunuh wabah penyakit virus korona telah dibantah dalam sejumlah laporan.
Dalam tulisan di media asal Tiongkok itu dijelaskan, suhu radiasi matahari tidak mampu mencapai 56 derajat celcius, dan sinar ultraviolet juga tidak mampu menyamai intensitas dari lampu ultraviolet. "Sehingga virus itu tidak dapat dibunuh oleh sinar matahari."
Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkmen Herawati Sudoyo menjelaskan belum ada penelitian yang menyatakan virus korona dapat ditumpas dengan paparan sinar matahari.
Herawati mengacu pada laporan Kementerian Komunikasi dan Informati (Kominfo).
WHO, menurut Herawati, telah menjelaskan agar ultraviolet sekalipun tidak mampu membunuh virus korona. Dengan demikian, informasi yang menyebutkan virus korona akan hilang saat terkena sinar matahari dapat dikatakan sebagai kabar bohon (HOAKS).
VIRUS CORONA | VIRUS KORONA | CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS 2019 | 2019-NCOV | COVID-19


0 Komentar