#TiapSaatUpdate - Dalam tiga bulan terakhir, yaitu kisaran bulan Desember 2019 hingga saat ini, dunia trus saja diguncangkan dengan kehebohan wabah virus korona (COVID-19). Virus yang mewabah dari kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok telah menyebar seluruh negara.

Data terakhir hingga Sabtu, 7 Maret 2020, jumlah orang yang terinfeksi COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai 102.969 orang, jumlah korban meninggal 3.551 orang, dan berhasil sembuh 56.875 pasien.

Pada Senin, 2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa ada dua WNI yang positif terinfeksi COVID-19.

Virus korona masuk ke Indonesia setelah kedua WNI ini berkontak langsung dengan seorang warga negara Jepang di Jakarta. Kedua WNI yang terinfeksi COVID-19 berasal dari Depok dan menimbulkan sejumlah kepanikan dan menggemparkan seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

Terkait hal ini, Guru Besar Universitas Airlangga dan Ketua Tim Riset Korona & Formulasi Vaksin Professor Nidom Foundation, Prof. Dr. Drh. Chairul Anwar Nidom, menyatakan bahwa virus ini dapat dicegah dengan mengonsumsi obat herbal yang biasa ditemui sehari-harinya. Terutama bahan makanan atau minuman yang mengandung curcumin atau zat senyawa yang berada dalam kunyit.

"Pada dasarnya, virus korona merupakan satu kingdom dengan influenza, yang dapat ditangkal atau dicegah dengan curcumin," ucap Prof. Nidom di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Curcumin sendiri merupakan antioksidan alami dan zat antiinflamasi yang dapat membantu meningkatkan resistensi sel terhadap kerusakan, infeksi, peradangan, dan mencegah beberapa penyakit degeneratif.

Curcumin dapat ditemukan pada jahe, sereh, kunyit, temulawak, dan sejenisnya. Temulawak sendiri selain mengandung curcumin yang dapat mencegah virus korona, juga dapat menjaga daya tahan tubuh.

Menurut Terawan, virus korona menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah. Karena itu, mengonsumsi temulawak sangat dianjurkan bagi masyarakat yang ingin tetap jauh dari virus korona.

Namun, temulawak ternyata tidak dapat dikonsumsi begitu saja, kandungan curcumin dalam satu buah temulawak bervariasi. Temulawak adalah tanaman umbi, sehingga 90% dari kandungannya adalah air. Karena itu, temulawak harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan kandungan curcumin-nya.

Saat ini, banyak produk olahan temulawak yang aman dan praktis untuk dikonsumsi, salah satunya yaitu Sari Temulawak 85. Sari Temulawak adalah produk olahan temulawak yang diproduksi dengan menggunakan bahan baku temulawak.

Sari temulawak ini sangat baik untuk dikonsumsi setiap harinya, untuk meningkatkan sistem imun tubuh, khususnya bagi orang yang setiap harinya beraktivitas.

Tanaman temulawak juga dapat mencegah penyakit kanker, sebagai antibakteri dan antijamur, obat jerawat, dan menjaga kesehatan liver. Tanaman ini aman dikonsumsi secara rutin, karena mampu menjaga daya tahan tubuh untuk dapat beraktivitas sepanjang hari.


VIRUS CORONA | VIRUS KORONA | CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS | NOVEL CORONAVIRUS 2019 | 2019-NCOV | COVID-19