#TiapSaatUpdate, CNNINDONESIA.COM - Direktur Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Suhendar Rudy mengatakan jenis letusan letusan Anak Krakatau mulai pada pada 22:35 pm pada Jumat (10/4), adalah strombolian dengan kolom ketinggian awal letusan 500 meter.

Kegiatan panggilan Rudy dari kolom abu Anak Krakatau tercatat pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan panjang sekitar 38 4sec juga sudah mulai menurun sampai sekarang.

Meskipun menghasilkan letusan strombolian, Rudy menegaskan bahwa itu bukan suara guntur atau pena sebagai akibat dari aktivitas gunung berapi yang terletak di probe sempit di Pos Pengamatan Pasauran, Banten.

Dia mengaku tidak menghubungkan letusan Anak Krakatau untuk beat terdengar oleh orang-orang di Jakarta dan sekitarnya pagi ini.

"Sehubungan dengan boom terdengar di Jakarta tadi malam, sejak awal letusan sejauh di lookout Pasauran, Banten pena tidak terdengar," katanya.

"Sampai aktivitas letusan jam ini dalam pola penurunan," kata Rudy.

Status Gunung Anak Krakatau masih di Tingkat II atau waspada. Anak Krakatau terletak di negara bagian aktivitas Tingkat II (Waspada) sejak 25 Maret 2019 lalu.

PVMBG banding ke publik atau wisatawan tidak diperbolehkan.

Baca juga: PT KAI Menyesuaikan Jadwal Operasional KA dengan Penerapan PSBB

ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU | LAMPUNG | BOGOR | DEPOK | TANGERANG | BEKASI | JABODETABEK