Mengapa Penumpang Kapal Pesiar Lebih Rentan Terpapar Virus Corona Dibanding Penumpang Pesawat?
#TiapSaatUpdate, KOMPAS.COM- Penularan virus corona rentan ditemukan pada moda transportasi. Hal
ini membuat orang menunda sementara bepergian menggunakan transportasi
umum. Saat pandemi virus corona pesawat terbang dan kapal pesiar
banyak menjadi sorotan. Lantaran kasus penyebaran virus corona ditemukan
di dua transportasi ini.
Namun, kapal pesiar lah yang paling
terkena dampak. Mulai dari infeksi virus corona dalam jumlah besar,
karantina lokal, hingga pemberhentian operasional untuk semua rute.
Bukan
tanpa alasan, kapal pesiar memang menjadi transportasi yang lebih
rentan terpapar virus corona dibandingkan pesawat, mengapa?
Melansir CNN,
kuncinya ada pada filter khusus dalam pesawat modern yaitu HEPA. Penggunaan filter tersebut sama miripnya dengan yang digunakan di ruang
operasi rumah sakit.
Udara dalam kabin merupakan campuran resirkulasi dan udara segar dari luar.
"Meskipun
kepadatan penumpang sangat tinggi, udara dari sistem ventilasi sangat
bersih." kata seorang profesor mekanik teknik di Universitas Purdue
Indiana, Qingyan Chen seperti dikutip CNN.
Chen menyebut filter
HEPA mampu memblokir partikel dengan diameter 0,3 mikron atau lebih
besar, dengan efisiensi 99 persen atau lebih tinggi.
Namun, peneliti penyebaran partikel udara dalam kendaraan penumpang itu berpendapat tidak semua udara di dalam kabin bersih.
Hal
ini dikarenakan jika seseorang batuk, bersin, berbicara, dan lainnya
dapat mentransmisikan ke penumpang terdekat sebelum ditangkap filter
HEPA.
Ia mengusulkan jenis sistem ventilasi baru yang menciptakan
udara yang disaring di sekitar penumpang, tanpa mencampurnya dengan
udara dari hembusan manusia.
Chen mengusulkan desain filter HEPA khusus untuk setiap kursi, yang mana memposisikan di footwell (daerah kaki kursi).
Udara
bersih yang keluar dari kotak tersebut lebih dingin daripada udara
kabin, tetapi dapat sedikit menghangatkan tubuh setiap penumpang.
"Jenis
desain ini adalah kebalikan dari yang sekarang, yang memasok udara dari
atas dan mencampurnya sebanyak mungkin dalam sistem terpusat," ujar
Chen.
Sistem udara di kapal pesiar
Sementara itu, kapal
pesiar terlihat seperti bangunan, sehingga sistem pendingin ruangan
mereka mirip dengan di gedung, lanjut Chen.
Menurutnya, hal itu tidak bermasalah, namun filter di kapal pesiar ternyata tidak menghalangi virus.
Chen mengatakan, sistem ventilasi mungkin telah menyebarkan virus dari satu kabin ke kabin lainnya.
Prosesnya
dengan sirkulasi ulang udara yang terkontaminasi dan mengandung
butiran-butiran kecil dari bersin atau batuk penumpang.
Menurut
penelitian Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat, virus corona
dapat bertahan hingga tiga jam pada tetesan yang disebut aerosol bahkan
tiga hari pada permukaan seperti plastik atau logam.
Chen berpendapat beberapa infeksi seperti yang terjadi di Kapal Pesiar Diamond Princess disebabkan hal tersebut.
"Solusi tercepat adalah mengubah semua filter menjadi HEPA, dan saya percaya itu bisa dilakukan dengan mudah," jelasnya.
Kejadian Diamond Princess telah mengajarkan bagaimana virus corona menyebar di kapal pesiar.
Mengutip
CNN, dari 3.711 penumpang dan awak di atas kapal, lebih dari 700
terinfeksi selama karantina 14 hari yang diberlakukan di kapal oleh
otoritas Jepang pelabuhan Yokohama.
Skenario menunjukan jika semua orang dievakuasi segera setelah menemukan wabah, maka hanya 76 orang yang terinfeksi.
Namun jika karantina tidak diatur dan semua orang dibiarkan begitu saja dalam kapal, maka hampir 3.000 orang bisa tertular.
"Karantina
berhasil, ini penting dikatakan. Namun, kalau dipikir akan lebih baik
untuk segera mengungsi. Jelas, ini semua terjadi ketika kita masih
belajar tentang Covid-19," jelas pemimpin penelitian wabah di kapal
pesiar, Annelies Wilder Smith.
"Ini jadi pelajaran bahwa ketika
ada wabah di kapal pesiar, sebaiknya semua orang harus diungsikan atau
dibawa keluar," lanjutnya.
Ia mengatakan kapal pesiar memang unik karena semua adalah ruang terbatas di mana orang yang sama terus menerus berbaur.
"Tidak seperti pesawat terbang, kapal pesiar adalah inkubator besar penyakit. Satu kasus dapat memicu wabah," ujarnya.
Ia
menutup pembicaraan dengan bertanya pada masyarakat terkait kepercayaan
terhadap kapal pesiar. Industri ini mungkin memiliki masalah untuk
tahun depan karena pandemi virus corona.
0 Komentar