#TiapSaatUpdate, MERDEKA - Tadi malam sampai hari ini, Sabtu (11/4), warga Jakarta dan sekitarnya terkejut dengan suara dentuman terdengar beberapa kali di sekitar Jakarta, Bogor, Depok atas. Ia mengaku saat boom adalah sumber dari Gunung Krakatau meletus anak tadi malam sampai pagi ini.
Dalam jaringan sosial Twitter, banyak warganet juga mempertanyakan sumber suara dentuman. Ini berasal dari media wabah yang mencurigakan karena letusan Anak Krakatau.
Menurut warga Sawangan, Depok, Amir, ia mengaku hanya tiba-tiba menyadari sekitar pukul 14.00. Kudeta dihitung dari Depok ray hanya karena hujan lebat.
"Saya pikir petir itu, tapi pas melihat langit yang cerah. Suara pukulan mendengar berulang kali," kata Amir mengatakan merdeka.com, Sabtu (11/4)
Ledakan terdengar orang cukup menakutkan di sekitar Jakarta Selatan. Ayu, warga Pondok Labu, suara ketakutan mendengar memukulnya. Dia telah dihitung konstruksi di rumah, tetapi lebih dapat didengar berbeda. Gemuruh suara bak alamat Banten.
"Ketakutan di malam mendengar suara itu. Di sisi lain, anak-anak dilaporkan letusan Krakatau tadi malam," katanya.
Ahli analisis Vulkanologi Masalah Sumber ledakan di Jakarta dan Bogor
ledakan keras terdengar jelas di wilayah Jakarta ke Depok, Jawa Barat, Sabtu (11/4) pagi. Terdengar untuk membuat rumah kaca bergetar.
Vulkanologis yang juga mantan kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono, kebisingan dan kebisingan mungkin Gunung Anak Krakatau (GAK) berasal. Pada saat yang sama, sebuah gunung di Selat Sunda mengalami ruam.
"Ketika orang mendengar ledakan, bersama dengan letusan anak Krakatau. Ini mungkin terjadi bahwa stroke Gunung Anak Krakatau," kata Surono saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (11/4) pagi.
Pria yang disebut akrab Mbah Rono menambahkan, bisa terjadi karena ledakan suara yang didukung suasana damai. Sehingga suara terdengar jauh dari titik lokasi Anak Gunung Krakatau.
"Apalagi saat ini kondisi sepi, tidak ada kendaraan yang lewat, tidak ada aktivitas manusia dalam hasil. Sepiiiii. Itu bisa terjadi bahwa suara letusan gunung berapi Anak Krakatau," katanya.
Jadi mengapa pukulan terdengar di kejauhan, sementara pegunungan dekat tidak merasakannya? Surono menjelaskan hal ini karena gelombang suara mencapai wilayah tergantung pada tekanan udara.
"Mungkin tekanan udara berbeda. Ketika ledakan itu tidak keras, pagi, jika juga tidak terdengar seperti tidur atau kegiatan lainnya dapat berlangsung," kata Mbah Rono.
PVMBG suara sebelumnya disebut Bang Bukan karena letusan Anak Krakatau
Pukulan terdengar oleh beberapa warga di wilayah Depok, Jawa Barat dan sejumlah wilayah Jakarta. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut suara menggelegar itu tidak berasal dari letusan gunung berapi Anak Krakatau di Selat Sunda.
"Saya sudah konfirmasi agen pengintai, mereka tidak mendengar karena mereka melanggar terlalu kecil," kata Direktur Mitigasi Hendra Gunawan vulkanik dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/4).
Menurut dia, letusan gunung berapi, yang terletak di Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung hanya membawa semburan ketinggian mulai dari 500 meter.
Ia menyebut letusan yang terjadi pada Jumat (10/4) malam itu tidak letusan eksplosif dan semburan saja.
"Biasanya, dalam waktu dua kilometer, terdengar hanya peluit," katanya pula.
Berdasarkan pemantauan kamera pengintai atau CCTV pemantauan berikutnya Gunung Anak Krakatau, abu vulkanik berwarna hitam dan abu-abu itu bergerak ke arah timur pada ketinggian sekitar 500 meter dari dasar kawah.
PVMBG mengatakan tingkat aktivitas gunung yang terletak di Selat Sunda peringatan tingkat II.
PVMBG banding ke publik atau wisatawan tidak diperbolehkan.
Baca juga: Istri Glenn Fredly Menahan Rasa Sakit Kepergian Almarhum Sang Suami Tercinta
ERUPSI GUNUNG ANAK KRAKATAU | LAMPUNG | BOGOR | DEPOK | TANGERANG | BEKASI | JABODETABEK


0 Komentar