#TiapSaat
Update - Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Netty Prasetiyani meminta pemerintah bersikap tegas melalui kebijakan-kebijakan yg diterapkan selaman pandemi Covid-19.
Netty mengungkapkan, rakyat memerlukan ketegasan pemerintah supaya merasa kondusif dan terlindungi.
"Jangan mencla-mencle, masyarakat menanti kehadiran negara menaruh rasa aman & kepastian," kata Netty saat dihubungi wartawan, Rabu (20/5/2020).
Pernyataan Netty ini menyusul tanggapan Presiden Joko Widodo yg tidak mempermasalahkan keramaian di pasar menjelang Idul Fitri yg terjadi waktu ini.
Menurut Jokowi, hal tersebut tidak perkara selama diterapkan mekanisme yang ketat buat pencegahan Covid-19.
Sementara itu, berdasarkan Netty, sikap presiden itu menerangkan bahwa pemerintah mulai kewalahan menangani imbas ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Ia menyampaikan, keramaian pada pasar atau sentra perbelanjaan di masa-masa ini adalah bentuk frustrasi masyarakat kepada pemerintah yang dipercaya tidak bisa melindungi mereka.
Ia pun mengingatkan bahwa pemerintah wajib bersiap menanggung konsekuensi keramaian tadi.
"Pemerintah wajib bersiap-siap menanggung konsekuensi dari ‘keramaian’ yg hari ini tidak terbendung," ujar beliau.
"Selain wajib menghentikan penyebaran virus pada ruang publik misalnya pasar dan pusat perbelanjaan, pemerintah pula harus mengklaim kemampuan pelayanan kesehatan dan denyut ekonomi masyarakat," istilah Netty.
Ia pun berharap pemerintah bersikap lebih tegas pada mengatur jalannya sektor perekonomian.
Dia mendesak agar pemerintah mengklaim kehidupan warga selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.
"Selama satu bulan ke depan, pemerintah wajib lebih tegas lagi mengatur jalannya sektor ekonomi yang penting, terutama penyediaan pangan & sembako, serta mengklaim kehidupan masyarakat menggunakan segenap kewenangan & sumber daya pemerintah," istilah Netty.
Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa pemerintah belum melonggarkan PSBB.
Hal itu disampaikan waktu membuka kedap terbatas mengenai akselerasi penanganan Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin (18/5/2020).
"Saya tegaskan, belum ada kebijakan pelonggaran PSBB," ujar Jokowi.
Ia mengatakan, sejauh ini pemerintah baru menyiapkan skenario pelonggaran PSBB yang akan diputuskan pada waktu yang tepat.
Jokowi menyatakan, keputusan buat melonggarkan PSBB akan diambil selesainya pemerintah melihat data dan fakta yang mendukung pada lapangan ihwal pengendalian penyebaran Covid-19.
"Karena jangan muncul nanti ditangkap masyarakat bahwa pemerintah mulai melonggarkan PSBB. Belum. Jadi belum terdapat kebijakan pelonggaran PSBB," istilah Jokowi.
Kendati demikian, Jokowi tidak mempermasalahkan keramaian pada pasar menjelang Idul Fitri yg terjadi saat ini.
Menurut dia, hal tadi tidak perkara selama diterapkan mekanisme yang ketat buat pencegahan Covid-19.
"Saya melihat pasar-pasar tradisional waktu ini mulai ramai lantaran banyak rakyat yang belanja pada rangka persiapan Hari Raya," ujar Jokowi, Selasa (19/5/2020).
"Saya ingin ini dipastikan terdapat pengaturan jeda yang baik, gunakan masker, petugas pada lapangan betul-benar bertugas buat mengingatkan mengenai protokol kesehatan secara monoton," ujar dia.
0 Komentar