#TiapSaatUpdate - Didi Prasetyo atau yg biasa dikenal menggunakan Didi Kempot dikabarkan meninggal dunia pagi ini (05/05) di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo. Menurut berita pihak tempat tinggal sakit, Didi Kempot Didi Kempot masuk ke RS sekitar pukul 07.30 WIB & dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 07.45 WIB.
Terkait penyebab wafatnya pelantun lagu "Stasiun Balapan" ini masih menunggu konfirmasi. Menurut abang kandung almarhum, Didi Kempot sebenarnya tidak mempunyai riwayat penyakit apapun.
Dugaan sang abang Didi meninggal dunia impak dari kecapekan. Apalagi belakangan ini Lord Didi memang sangat sibuk menggunakan aktivitas menyanyinya.
Sebagaimana diketahui, Didi Kempot beberapa saat terakhir ini karirnya sedang naik daun. Sobat ambyar banyak yg tersihir oleh lagu-lagunya yg "menyayat hati" itu.
Tapi, hari ini sobat ambyar dibuat "loro ati". Sang pujaan sudah menghembuskan nafas terkahir & meninggalkan para penggemar buat selamanya. Tidak akan terdapat lagi lantunan lagu-lagu gundah ala Lord Didi yg kesohor itu.
The Godfather of Broken Heart atau Bapak Patah Hati Nasional itu sudah berpulang buat selamanya. Meninggalkan patah hati yg mendalam bagi pecinta campursari tanah air.
Sangat disayangkan memang, waktu beliau baru benar-benar mampu menikmati hasil jerih payahnya justru Sang Pencipta memanggilnya. Didi Kempot meninggal dunia pada usia yg ke-53 tahun. Tergolong uzur buat mencapai puncak popularitas.
Padahal Didi Kempot sudah memulai karirnya dari tahun 1984. Selama itu beliau "hanya" menjadi musisi kelas "pinggiran" mengingat popularitas campursari yang masih kalah jauh dibandingkan aliran musik lainnya.
Akan namun, beberapa saat terakhir Lord Didi seakan membuat situasi berbalik. Campursari unjuk gigi dan menjadi begitu digemari. Apalagi yg bertema patah hati.
Orang-orang yang bukan berlatar jawa & tidak bisa bahasa jawa sekalipun turut tertarik menikmati karya-karyanya. Menembus batas etnis & budaya. Didi sudah menghadirkan sebuah kenyataan baru akan musik yg menembus batas.
Didi Kempot boleh dibilang sebuah anomali, menilik latar belakangnya yang tergolong generasi X & tema musik wilayah. Tetapi justru kaum milenial menggandrungi karya-karyanya.
Pesona sang maestro sudah menyihir muda-mudi negeri ini dengan lirik yg menyayat hati. Sebuah pencapaian yang tidak setiap orang sanggup meraihnya.
Kini oleh maestro campursari itu telah tiada. Sobat ambyar pun kehilangan idola yang luar biasa. Suaranya yg merdu tidak akan sanggup kita rasakan lagi secara langsung, kecuali hanya melalui rekaman-rekaman yg telah ada.
Tapi warisan berharga oleh maestro akan tetap dikenang seluruh orang. Dan untuk beberapa saat ke depan sepertinya karya-karya oleh maestro akan jauh lebih banyak mengalun menemani hari-hari Sobat Ambyar, yg merindukan dan mengaguminya.
PANDA POKER | PANDAHOKI88 | PANDA88 | PANDA88POKER | IDN POKER | IDN TERPERCAYA | IDN PONSEL | KARTU POKER | POKER ONLINE | JUDI POKER ONLINE | SITUS POKER | JUDI BOLA | TURNAMEN POKER | JUDI CAPSA | DOMINO ONLINE | JUDI PULSA


0 Komentar